Feb 23, 2012

Semakin

"Semakin ku menginginkanmu, semakin ku menggilaimu."

Semakin versi kali ini bukan semakin versi D'Massiv. Semakin versi kali ini adalah semakin versiku sendiri.

Semakin,
Semakin kemari semakin aku menua, memang baru 18 tahun, tapi aku sudah merasa tua. Seorang temanku pernah berkata "Tua itu pasti. Dewasa itu pilihan." Klise. Tapi memang benar. Semakin kemari, hal-hal kecil semakin terlihat kompleks. Siapa yang salah? Tidak ada. Mungkin itu memang proses menuju dewasa.

Dewasa menurutku cuma masalah cara pandang. Orang bisa dianggap dewasa setelah dia mampu mencari jalan keluar. Jalan keluar dari apapun. Jalan keluar dari manapun. Lalu di mana letak masalahnya? Masalahnya ada di aku. Aku 18 tahun. Aku semakin menua. Dan menua identik dengan dewasa (walaupun tidak selalu begitu). Tapi tetap saja... Aku bisa berpikir komples. Aku bisa mencari jalan keluar. Sudahkah cukup pantas aku disebut dewasa? Belum. Sepertinya belum.

Dari proses usia 0-18 tahun ini, Hidupku rasanya bahagia. Membuat aku takut memasuki masa dewasa. Mungkin ini yang dimaksud dengan "Peterpan Syndrom" -- Takut menjadi dewasa.

Entahlah, semakin kesini semua semakin ribet. Semua semakin runyam.

No comments:

Post a Comment